Sarung merupakan sepotong kain lebar yang dijahit pada kedua ujungnya sehingga berbentuk seperti pipa/tabung. Ini adalah arti dasar dari sarung yang berlaku di Indonesia atau tempat-tempat sekawasan. Dalam pengertian busana internasional, sarung (sarong) berarti sepotong kain lebar yang pemakaiannya dibebatkan pada pinggang untuk menutup bagian bawah tubuh (pinggang ke bawah).
Kain sarung dibuat dari bermacam-macam bahan: katun, poliester, atau sutera. Penggunaan sarung sangat luas, untuk santai di rumah hingga pada penggunaan resmi seperti ibadah atau upacara perkawinan. Pada umumnya penggunaan kain sarung pada acara resmi terkait sebagai pelengkap baju daerah tertentu.
Motif kain sarung yang umum adalah garis-garis yang saling melintang. Namun demikian, sarung untuk pakaian daerah dapat pula dibuat dari bahan tenun ikat, songket, serta tapis.
Dahulu kala, kegunaan sarung sangat kompleks alias multi fungsi, hampir setiap aktifitas masyarakat selalu ditemani sarung, walau terkadang pula hanya berfungsi sebagai aksesoris saja.
Sarung dapat menjadi identitas bagi sosok pemakainya, menjadi hal pribadi bahkan hal yang sangat privacy sebab sarung adalah kamar/bilik pribadi bagi yang memakainya.
Sarung dipakai saat tidur gunanya selain untuk melindungi fisik dari kondisi yang tidak nyaman seperti gangguan nyamuk atau hawa dingin namun lebih dari itu fungsi yang paling utama adalah melindungi privacy si pemakai sebagaiman kita ketahui bahwa rata-rata rumah masyarakat terdahulu hanya memiliki tidak lebih dari satu kamar/bilik didalam rumah atau kadang hanya sekat bahkan ada yang tidak memiliki keduanya.
Fungsi Sarung sebagai kamar/bilik mandi. masih seputar kebiasaan masarakat terdahulu yang menggunakan sarung disaat mandi baik itu dilakukan didekat sumur, di sungai atau pada sumber air lain bahkan didalam kamar/bilik mandi sekalipun sarung masih kerap pula digunakan.
Sedikit gambaran, dahulu buyut moyang kita hanya memiliki maksimal dua bilik disekitar rumahnya, satu untuk buang hajat yang letaknya biasanya di bagian belakang halaman rumah, satunya lagi biasanya letaknya didekat tangga atau teras depan rumah yang digunakan untuk bersih-bersih seperti cuci tangan/kaki, berwudhu ada juga yang menggunakannya sebagai tempat mandi dan buang air kecil, itupun tidak semua rumah pada saat itu memiliki fasilitas tersebut alias hanya sebagian kecil. akhirnya aktifitas tersebut pun kemudian dilakukan di pantai, sungai, hutan, kebun atau lahan-lahan kosong, pada masyarakat yang lebih tertata biasanya setiap rumah memiliki sumur atau satu sumur untuk beberapa tetangga minimal satu sumur dalam satu kampung dan aktifitas mandi, cuci pun dilakukan di sumur/sumber air baik itu sendiri-sendiri maupun beramai-ramai dan lagi-lagi sarung pun kemudian menjadi alternatif untuk dijadikan tameng privacy.
Demikian pula halnya dengan aktifitas/kegiatan lain seperti jalan-jalan, bekerja, ke pesta atau istirahat. tinggal motif, corak, warna dan bahan dari sarung tersebut yang bersesuaian dengan kegiatan/aktifitas tersebut sesuai kebiasaan atau kearifan lokal yang berlaku disetiap masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar